Tampilkan postingan dengan label Faith. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Faith. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2014

Aku Ada..


Eksistensi..
Kehadiran. Keadaan dalam kondisi yang disebut "Kehidupan". Kebutuhan, bagi mereka yang di panggil "Manusia". Dikenali sebagai "Karakter" . Terpancar dari getaran, sentuhan, bentuk dan warna yang terkomposisi dalam spektrum kehidupan. Ternilai dan teramati oleh pribadi-pribadi sebagai hal yang disebut "Komunikasi". Suatu penopang dalam sistem yang bernama "Kehidupan" tadi. Perpaduannya, merajut alunan benang yang kadang terlihat kusut yang di tafsirkan sebagai "Masalah" oleh pribadi tersebut. Benang itu hanya tertumpuk dan tetap berada dalam lajur masing-masing tanpa menggangu lajur lainnya. Pribadi itu hanya berada dalam perspektif yang kurang tepat. Sehingga semuanya terlihat kusut. "Menghakimi" mereka menyebutnya.

Pribadi itu sepertinya belum menyadarinya. Sebagai kumpulan dari partikel-partikel muda, wajar saja kalo dia belum memahaminya. Butuh lebih banyak alur dan perputaran lagi untuk mematangkan kumpulan partikel itu. Menenggelamkan dirinya dalam bayang-bayang. Mencoba menghilangkan eksistensinya. Menghilang dari sistem di mana dia berada. Itulah yang di pikir oleh pribadi itu. Itulah jalan terbaik-menurutnya-.
Mengakrabkan diri dalam sunyi. Tidak sesepi itu ternyata, pikir pribadi itu. Dia menikmatinya. Menikmati kehampaan yang dianggapnya oase itu. Mencoba merengkuh "Diam" yang disebutnya "Ketenangan" itu. 
Tinggal satu genggaman lagi. Saat kumpulan partikel dalam dirinya berontak. Sontak, sebuah lorong putih dengan berbagai manifestasi, gambaran, warna, nada dan komposisi melaju dengan kecepatan tak terkatakan. Tetapi, pribadi itu bisa merasakan semuanya itu secara mendalam. Dia melihat "Kenangan".

Sistem itu terlalu sempurna. Pembuatnya tepatnya. Hal-hal yang bahkan tak akan mungkin di pikirkan atau bahkan di mimpikan. Perspektif lain yang disebut "Keajaiban" . Bagian penuh tanya yang menyenangkan. Masih banyak hal yang perlu disadari. Sungguh sangat sayang jika membuang waktu di sini.

Aku ada. Aku adalah alasan atas eksistensi ini. Karena sistem ini membutuhkanku. Aku ada. Aku berikan yang pantas !

Selasa, 21 Januari 2014

Flash Fiction : Right here...



" Wherever you go
Whatever you do
I'll be right here waiting for you..
"

 Ah.. Lagu itu. Aku tidak ingat memasukkannya dalam playlist ku siang ini. Sungguh aneh. Sudahlah, kunikmati saja. Melodi-melodi lagu itu pun terus mengalir, rangkaian nada-nada yang terkandung begitu menenangkan, sangat kontras dengan liriknya yang sungguh miris. Ekspresi kekecewaan yang dikemas dalam sebuah kesetiaan. Mengurung logika dan menggantungkan harapan pada iman. Ironis, tapi tidak salah, sama sekali.

  Dasar memang sifatku, terlarut lah aku dalam kenangan. Lembar-lembar itu mulai terbuka kembali, tertiup angin siang ini mungkin ? Entahlah. Ah benar, dia lagi. Kenangan tentang wanita itu. Senyumannya, tutur katanya, caranya menatapku. Percayalah, itu sangat membekas. 

 16.174 kilometer jarak yang terbentang. Samudra dalam yang memisahkan. New York bukanlah tempat yang bisa dengan mudah kudatangi. Apalagi hanya untuk melepas rindu, terlalu jauh ujarnya. " Jangan khawatir, Tuhan jaga aku :) " , pesannya pula kepadaku. Bukan pesan terakhir, tetap ada pesan-pesan selanjutnya. Walau tidak sesering 4 tahun lalu. Aku tidak menangis saat mengantarnya. Serius. Air di sekitar pipiku waktu itu karena hujan yang memang sangat deras saat aku pulang. (Perkara kenapa aku berdiri di tengah hujan saat itu, tidak usah lah dipertanyakan).

 Sepertinya pengarang lagu ini akan tersenyum bangga jika melihat aku sekarang, "Rasakan" pikirnya. Tak apa, ku nikmati saja lah. Lebih enak sambil menutup mata sepertinya. Ku set alarm, dan mataku pun tertutup. Aku tidak ingin malah tertidur di ruangan ini.


" Oceans apart day after day
And I slowly go insane
I hear your voice on the line
But it doesn't stop the pain
If I see you next to never
How can we say forever
Wherever you go
Whatever you do
I will be right here ..... "



Lagu itu berhenti. Mataku sudah terbuka. Diam, aku terdiam.

"Kok malah bengong sih? Bantuin dong. Berat tau", ucap makhluk manis di depanku ini. Dengan cepat ku ambil alih kopernya. "Lama sekali, seharusnya kan jam setengah 3" , ujarku. Berusaha menutupi rasa senang yang begitu memuncah. "Bingung nyari koper " , diiringi tawanya yang begitu khas. Sangat menggemaskan! .

 Yah, 4 tahun sudah berlalu. Itu mungkin bisa bertambah jika tidak kutembak dia 2 minggu yang lalu. Via skype memang, sinyal buruk pula. Tapi,itu cukup buatku mendengar "Ya" darinya, dan di sinilah dia sekarang.


"Yee, hujan !",teriaknya senang . Yaa, sama seperti hari keberangkatanmu, ujarku dalam hati. Tapi, kali ini berbeda, sangat berbeda.





____________________________________

Yang ini agak panjang hehe
Tapi, sepertinya masih memenuhi syarat untuk sebuah flash fiction, kurang dari 500 kata (rasanya) x)
Tanya kenapa? Entahlah, cerpen-cerpen karya Andi Wirambara mungkin? Ya, itu berpengaruh. Tapi, ada sesuatu yang lebih yang dapat diambil di sini :)
Apa itu ? Temukan sendiri.

Thanks for reading. JBU More! :D

Minggu, 19 Januari 2014

Philos


2012-2014. My brothers :)


PHILOS –sahabat -yang dikasihi
(source : 
"The Complete WordStudy Dictionary New Testament" )

 Mengucap syukur atas kesempatan yang Dia beri. Pertemuan yang Dia atur untuk mempertemukan kita, anak-anak-Nya. Para pewaris tahta Kerajaan Allah. Janjinya memang sungguh nyata; "Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." (1 Kor 2:9)

 Fase demi fase telah kita lewati. Pertempuran-pertempuran besar telah kita menangkan bersama Dia. Tawa dan duka kerap kita hadapi, tapi tidak akan pernah menyurutkan kita. Selalu ada tangan yang menopang, selalu ada yang memberi perhatian, selalu ada yang menguatkan, saling mengingatkan. Itulah kita.

 Kita di satukan di dalam Dia. Berasal dari penjuru yang berbeda, kita terkumpul dalam Dia. Kita kuat karena kita bersama di dalam Kasih-Nya. Kita semua sejajar, tidak ada yang lebih. Hanya Dia yang terbesar di antara kita.

 Kita memiliki bagian, sesuai dengan apa yang Dia beri kepada kita. Kita selalu berusaha menyelesaikan bagian yang kita miliki. Sehingga saat Dia menyatukan dan menyempurnakannya keajaiban yang luar biasa terjadi ! Kita luar biasa di dalam Dia !

 Akan tiba saatnya, kita akan berpisah. Tapi, ikatan yang telah terbentuk tidak akan lenyap. Kita akan dipercayakan di tempat di mana anak-anakNya yang lain memerlukan kita. Seperti cahaya, yang hadir di kegelapan. Seperti itu kita ditempatkan membagi cahaya yang telah Dia beri.

 Jika Dia berkehendak, kita akan dikumpulkan kembali. Menyatukan cahaya yang Dia miliki untuk menyinari dunia ini. KehendakNya, bukan kita. Kita akan kerjakan bagian yang kita terima hingga Dia datang dan dapati kita tetap setia.

 Sangat bersyukur bisa mengenal kalian. Sangat bersyukur bisa terus bertumbuh dalam Tuhan bersama kalian. Bersyukur atas semua teguran, nasehat, tawa, canda dan air mata yang kita bagi bersama. Kita luar biasa di dalam Dia!

 Tetap setia ! Tetap dekat dengan Dia ! Kita Putra Raja, berikan apa yang pantas ! Kejar terus kekudusan ! Tetap semangat ! Fokus ! Tuhan Yesus Memberkati ! ^^




Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran

(Amsal 17:17)

Kamis, 09 Januari 2014

Worthy


 Seorang pria berdiri di atas sebuah panggung di ruangan itu. Ruangan sebuah hotel yang terisi penuh itu terpusat padanya. Sang pria merogoh saku jasnya, dan mengeluarkan selembar uang 100 dolar. Kilau dan kekakuannya menunjukkan itu uang baru. Pria itu bertanya, " Siapa yang mau uang ini? " . Dengan cepat seluruh hadirin mengangkat tangannya. Pria itu tersenyum.

 Kemudian pria itu melipat, menekuk dan meremas uang itu di tangannya. Penampilan uang itu pun penuh dengan guratan bekas tekukan dan remasan. Kembali, pria itu bertanya, " Siapa yang mau uang ini? " . Serentak, seluruh hadirin tetap mengangkat tangannya. Kali ini dengan beberapa senyuman kecil penuh tanya akan apa maksudnya.

Sabtu, 21 Desember 2013

Victory !

 


Apa yang kau takutkan?  Apa yang kau kuatirkan?  Bukankah kau dibentuk untuk ini? Dalam namamu hanya terpatri satu makna. Yaitu, "MENANG" !

 Tidakkah kau ingat? Banyaknya karang yang telah kau pecahkan?  Puluhan badai yang kau hadapi? Pertempuran-pertempuran besar yang telah kau menangkan? Bulir-bulir keringat dan tetes air mata darah yang kau curahkan untuk menjadi seperti sekarang? Kau "MENANG" !


 Memang kau hanya budak pada dulunya. Kau hamba dari penguasa lalim dan para panglima kekejian. Yang duduk mengangkang untuk mengekang dan membinasakan. Kau lemah, tak berdaya, hancur, dan hina. Singkat kata, kau sampah.

 Hingga malam itu, kegaduhan terjadi di balik tembok penjaramu. Kau takut, tapi ada sesuatu yang membakar hatimu, sesuatu yang memberontak. Kau tidak mengetahui apa itu. Kau berusaha menahannya. Tapi, rasa itu semakin nyata dan kuat ! Tubuhmu bergetar hebat. Sesuatu yang besar akan terjadi.


 Kau mengangkat tanganmu, sebuah cahaya besar muncul teriring tembok penjaramu yang hancur. Kau tidak akrab dengan cahaya. Matamu tidak sanggup beradaptasi. Sebuah tangan terulur. Kau memperhatikan tangan itu, pemiliknya mungkin sebuah panglima perang yang hebat, yang telah melewati banyak pertempuran besar. Itulah yang kau pikirkan saat melihat lubang besar di tangan itu. Itu nyata !

 Itulah mulanya. Kau telah dimurnikan dan di berikan pengajaran. Kau bukan sebuah sampah lagi, bagi Dia kau adalah aset. Sebuah aset yang berharga. Seseorang yang Dia percayai, seseorang Dia sebut "Sahabat". Pertempuran-pertempuran besar telah kau ikuti dengan Dia. Menghancurkan mereka yang dulu mengekangmu, membebaskan mereka yang tertawan sepertimu dulu. Dia telah menghapus sedih di matamu dan mereka, dan menggantinya dengan tawa sukacita, damai sejahtera, dan kekekalan bersama Dia !

 Dia yang pertama, dan Dia yang terutama. Itukan yang selalu kau serukan? Bukankah kau sudah berjanji untuk setia? Apa masih pantas kau untuk goyah hanya oleh tawaran sampah dari mereka? Kau sudah diberi semuanya. Saat kau mengenal-Nya, Dia telah memberi menambahkan semua untukmu. Kau sudah memiliki semuanya ! Apa lagi yang kau cari? Tawaran mereka hanya kepalsuan, tipu sesaat yang penuh khianat. Sebuah kesenangan semu dalam maut. Sia-sia !

 Bekalmu cukup bukan? Kau telah mampu bertahan sampai saat ini, adalah bukti bahwa Dia masih besertamu. Kau masih diberi kesempatan, syukurilah. Jangan menyia-nyiakan semuanya dan menjadi bodoh. Dia percaya padamu.


 Hanya kuatkan dan teguhkan hatimu. Dia, Sahabatmu selalu ada untuk menolongmu. Jangan egois, jangan andalkan dirimu sendiri. Pertempuran - pertempuran besar menanti di depan. Tegapkan badanmu, berbaju zirahkan Keadilan, kencangkan Ikat Pinggang Kebenaranmu, kenakan Ketopong Keselamatan, kasutkan lah Kerelaaan pada kakimu, angkat Perisai Imanmu tetap tinggi untuk bertahan, dan siapkan Pedang Firman untuk menyerang ! Hari yang jahat itu telah tiba ! Berdoalah dan berjaga-jagalah dalam setiap doamu itu !

 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Persembahkan kemenangan yang manis untuk Sang Raja ! Kemenangan telah Dia berikan ! Klaim itu ! 


TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai, (Zefanya 3:17)


" If God is for us, who can be against us? "
(Romans 8:31) 

Sabtu, 14 Desember 2013

The Way


 Ini klasik. Saat ini kebodohan adalah sesuatu yang harus dihindari. Terlalu, jika hanya karena sebuah titik kecil kau menghapus semua cerita yang telah tertulis. Rasional lah, di masa dulu hal itu mungkin, mengingat pengalamanmu yang masih hijau. Tapi, jika terjadi sekarang ?. Hanya akan menjadi sebuah kebodohan. Sia-sia.

 Sang Mentari telah menyinari mu dengan hangatnya yang mempesona, Sang Awan meneduhkanmu dengan raganya juga mendinginkanmu dengan tangis bahagianya. Apakah kurang alasanmu untuk bersyukur? Atas apa yang telah kau terima?. Hidup adalah sesuatu yang berarti. Hidupmu bukan hanya tentang "kau". Masih ada "dia" , "kita" , dan "mereka". Terlalu egois jika kau  hanya memikirkan tentang dirimu, di saat ada orang-orang yang juga membutuhkanmu. Kau diberikan pengetahuan, agar bisa saling mengingatkan, kau di berikan kekuatan, agar kau bisa menopang mereka yang lemah, kau diperlihatkan kebenaran, agar kau bisa menjadi terang bagi mereka yang tersesat. Sang Pencipta tidak pernah gagal dalam berkarya, kaulah karya terbesarNya.

   Dia tidak pernah merencanakan yang buruk padamu. Setiap jalan hidupmu, Dia mengetahuinya. Dia telah mengenalmu, bahkan sebelum kedua orang tua mu memikirkan namamu. Dia mengasihimu, mencintaimu, peduli padamu, ada selalu untukmu. Kau adalah karya terbesarNya. Dia bisa membuat mu agar terus mematuhiNya, Ia bisa membuat mu agar selalu melakukan hal-hal yang Ia inginkan. Tetapi, Ia tidak melakukan itu. Kau bisa memilih. Bahkan, kau bisa memilih untuk tidak mengenalNya.  Kau bisa memilih untuk menolak ajakanNya, kau bisa memilih untuk menutup telinga atas apa yang Ia katakan. Kau di beri pilihan. Dia mengasihimu.

  Saat kau mengambil pilihan berada di jalanNya, maka Dia akan total untukmu. Saat kau menyerahkan seluruh hidupmu untuk setia, seketika itu juga masa depan yang indah telah Ia sediakan bagimu. Saat kau menyerahkan semua pekerjaanmu  kepadaNya, kau tidak akan pernah dipermalukan. 

 Tetapi, selalu ada harga yang harus kau bayar. Harga itu adalah dunia. Dunia ini membenciNya. Kau akan di hina, di caci maki, di kecewakan, diperlakukan dengan tidak adil dll, saat kau memilih setia padaNya. Itu adalah harga yang pantas untuk menebus dirimu yang penuh dengan noda, agar menjadi putih bersih dan layak untuk menerima yang Ia telah berikan. Dunia hanya sementara, Ia tetap untuk selamanya. Kembali, pilihan di tanganmu. 

 Aku hanya menyampaikan apa yang harus kusampaikan. Aku hanya menulis apa yang Ia tanam dalam pikiranku. Aku hanya alat untuk kemuliaan tanganNya. Aku bukan hanya "aku", tapi "Dia" yang di dalam ku. Ini semuanya tentang Dia, Sang Pencipta, Raja di atas segala raja, Sang jalan kebenaran. Yesus Kristus. Dia menyertaimu :)

Surat : December.

It's December ! ^^

 Kau semakin angkuh. Aku sudah tidak bisa menikmatimu, seperti saat dulu. Kau tidak pernah terasa cukup bagiku. Hari-hariku semakin terasa singkat denganmu, wahai waktu.

 Perpisahan telah menjadi pertemuan, air mata telah berubah tawa, gundah telah berganti harapan. Hal-hal yang kuanggap semu dalam kuartal terakhir tahun yang lalu. Hah...,Kau terlalu misterius, waktu.

 Sang Pencipta memang luar biasa, melalui mu. Tangan-Nya telah bekerja dengan luar biasa. Merobohkan, membangun, merawat, menjaga, dan memegang ku, dengan setia. Dalam gulir mu, Dia dengan setia hadir dan mengajar akan arti dari setiap jejak sisa gulirmu. Hal yang terlalu rumit  bagi pengembara sepertiku.
 Teringat saat itu. Aku berjalan menyusurimu, mencoba memahami arti dari jejakmu saat Dia datang dan menawari untuk menemaniku. Aku canggung, tapi senang. Dia mengerti semuanya. Kau tahu, Dia mengajariku untuk memahami apa yang  kau, sang waktu, telah tinggalkan di jalanku. Dia membantuku berteduh saat badai datang, Dia menemaniku berindung dari terik surya, Dia selalu ada, dalam alasan apapun. Aku merasa canggung dengan semua kebaikannya. Tapi, Dia berkata "Tak apa, kau kan sahabatKu". Apa yang bisa kukatakan? Jujur,aku memang tidak bisa melakukan apapun tanpaNya.

 Sejak saat itu, Dia tidak pernah pergi. Walau aku kerap kali membohongi Dia, berusaha menjauh dari Dia, mencurangi Dia. Tetapi, saat aku mencari-Nya, aku selalu menemukan-Nya. Dia tidak pernah beranjak pergi. Dia yang pertama, dan akan menjadi yang satu-satunya. Kau tahu, Dia mengasihiku. Yang pertama kali mengasihiku.

 Kau pasti bertanya-tanya, mengapa harus "December"? Itulah saat Dia mengajariku tentang kasihNya. Hal tentang bagaimana memberi dengan tulus, mengorbankan sesuatu, merelakan, memberi diri untuk dikoreksi, siap dibentuk, kesabaran dan juga kesetiaan. Susah, sangat susah. Jika bukan karena Dia yang setia di sampingku, aku pasti sudah tergeletak di atas debu mu.

 Aku pun masih belajar, waktu. Dia berkata, Dia akan mengajariku banyak hal. Hal-hal yang luar biasa. Dia juga bilang agar aku tidak perlu khawatir tentang mu. Aku akan selalu tercukupi. Dia sudah memperhitungkannya.

 Begitu cepatnya kau bergulir. Ini sudah menyentuh "December" lagi. Meninggalkan jejakmu untuk kujajaki. Ya, aku masih harus mengembara. Dia bilang ada hal-hal luar biasa menungguku di depan sana. Sebuah tanah air, tempat aku berasal. Tempat yang disebut "rumah". Aku sangat senang, Dia pun siap untuk menemaniku mencapainya.

 Apa yang akan kudapatkan? apa yang akan kuhadapi? Aku tak tahu. Tapi, saat Dia bersamaku, aku siap dan aku tahu, semuanya akan baik.

 
Hanya tunggu suratku selanjutnya, waktu. Di "December" lain yang kau tinggalkan bagiku.

Titik



 
" December is always to remember"

Sabtu, 22 Juni 2013

Light in the dark

A light.


 Sebuah korek dinyalakan di tengah kegelapan. Membawa rasa hangat di tengah angkuhnya sang malam. Membawa rasa aman di hitam yang mencekam. Sebuah cahaya kecil, sangat kecil. Tidak cukup besar untuk menantang malam. Tidak cukup kuat untuk mengalahkan sang hari. Tapi, cukup untuk bisa disebut harapan.

 Cahaya itu dengan lembut menari di tengah kegelapan. Acuh terhadap kegelapan yang memandang dengki padanya. Teguh dan lembut, itulah inti tariannya. Harmoni dalam kebisuan yang sungguh menenangkan.

 Sendiri tapi tidak sepi. Sunyi tetapi tidak mati. Begitulah cahaya tersebut. Kehadirannya hanya untuk menemani. Ya, menemani jiwa-jiwa yang beku di ujung ambigu ini. Menunjukkan jalan akan masa depan yang penuh harapan.

 Cahaya adalah energi. Kehadirannya hanya untuk berbagi. Hingga cahaya itu sendiri mati. 

 Tapi, kematiannya itu sendiri adalah simbol abadi. Energi yang telah terbagi, akan kembali menyala lagi. Mengisi kegelapan sudut-sudut bumi. Membawa rasa hangat, rasa aman, serta harapan. Mengetuk relung hati yang gelap, hanya untuk bisa menari di dalamnya. 

 Cahaya adalah sebuah pemberian, dari Tuhan untuk dunia yang awalnya gelap. Sebagai jawaban, atas tangisan manusia. Sebagai bukti cinta yang kekal, atas semua ciptaan-Nya. Simbol dari pengharapan.


 Pertanyaannya adalah, apakah kita sudah memiliki cahaya dalam diri ?. Sudahkah kita menjadi cahaya atas orang-orang yang kita sayangi ?.

 Waktu memang kejam. Semua yang terjadi tidak bisa di perbaiki. Tapi, nafas saat ini adalah bukti, bahwa Tuhan masih peduli. Ada pilihan yang bisa diambil dan di jalani. Apa pilihanmu?


Senin, 17 Juni 2013

A Gift !



 Birthday ? . Yap, tanggal 14 kemarin usia saya genap (?) 17 tahun, yeee ! *standing applause* :D. Usia di mana seseorang (menurut pola dan kebiasaan ) dianggap sudah dewasa. Usia di mana seseorang siap untuk mendapat tanggung jawab yang lebih besar lagi. Usia di mana kita dituntut untuk tegar. Ya, tegar. Kedewasaan menuntut pengorbanan, dan pengorbanan memerlukan ketegaran :). Terdengar berat ?, menurut saya enggak ah. Mau disebut dewasa gak sih ? :3

 Sama seperti angka 17 yang spesial, ultah saya kali ini pun dihiasi dengan hal-hal yang spesial. Ultah saya kali ini saya mendapat banyak kado, menurut saya banyak sih. Abis yang sebelum-belumnya hampir gak ada kado sih (ngarep) hahaha. Kalo penasaran bisa cek disini untuk story-pic nya :D. Bahkan, setelah lewat tanggal 14 pun, masih ada aja kado yang membuat saya tidak bisa berkata-kata. Senang, terharu, bangga dll ter-blender di dalam diri. Benar-benar, WOW ! :D

 Kadonya adalah gambar di atas :D. Gambar doang ? Bukan, kue nya lah!. Itu adalah kue buatan tangan spesial dari sista-sista di persekutuan YFC.  , , adalah oknum-oknum yang bertanggung jawab atas perencanaan tersebut. Mereka memulai aksinya dengan membuat saya bertanya-tanya sepanjang hari. Saya sudah menduga mereka akan memberikan sesuatu. Tapi, saya pikir itu adalah sesuatu yang aneh ataupun lucu. Karena mereka bilang kepada saya, ingin mengantar kayu (?). Tentu saja saya bingung. Pikiran saya pun akhirnya tidak bisa jauh-jauh dari patung dan sejenisnya :D

 Pertanyaan saya itupun akhirnya terjawab pada malam hari ini. Kira-kira pukul 18:30 WIB hari ini,  dan  di bawah rintik-rintik, sisa hujan lebat sebelumnya. Dengan kondisi belum mandi xD , mendatangi rumah saya dengan kantong kresek hitam bersama mereka. Jujur, saya juga lumayan berdebar saat itu xD. Sempat terlintas akan ada sesuatu yang mengagetkan saat saya membuka kantong kresek itu. Setelah proses serah-terima dan wanti-wanti dari mereka agar jangan dibuka di luar rumah. Tidak lupa juga berterima kasih. Saya pun bergegas masuk dan membukanya. Tadaa !, kue manis nan lezat itupun muncul :9

 Benar-benar ultah yang luar biasa ! :D. Tuhan benar-benar  menghadiahkan saya secara luar biasa. Bukan karena kado yang telah saya terima, saya berterima kasih. Tapi, atas kehadiran dari Dia dan mereka dalam hidup saya :). Tuhan menghadiahi saya 17 tahun yang sangat berharga, orang tua dan saudara yang sangat mengasihi saya , teman-teman yang sangat baik dan luar biasa,  lingkungan pergaulan yang membuat bukan hanya jiwa dan mental saya yang berkembang, tetapi juga dalam iman :'). Dan banyak lagi hadiah-hadiah Tuhan yang telah saya terima selama 17 tahun ini. Walau, kerap kali saya lupa dan menjauhi Dia, tapi tidak bosan-bosannya Dia untuk terus menyayangi saya. Ah Tuhan, sungguh beruntung aku bisa mengenalMu! :'')


Terima kasih atas tahun-tahun yang Kau percayakan padaku. Atas masalah-masalah yang masih Kau ijinkan aku untuk hadapi. Atas berkat-berkat yang Kau biarkan aku nikmati.  Bantulah hidupku, agar menjadi berkat bagi sesamaku dan penggenapan akan kehendakMu. Pimpinlah aku dalam Iman, dan rendahkan egoku. Berikan aku pemahaman yang datang dari firmanMu. Sertai mereka yang telah mendoakan aku dalam hari-hari mereka. Iringi dan kuatkan mereka yang mengasihi dan setia kepadaMu. Sungguh, rencanaMu indah bagi hidupku ! Terima kasih Bapa, Amin ! :')

Jumat, 24 Mei 2013

Youth For Christ !

YFC Boys 28th Gen (Kiri ke kanan : Ryan, Randa, Andre, Victor, Shimon, Ole, Doni, Degona, Elrilo)

 Keren kan gambarnya? hehehe. Itu foto sesudah kami mengadakan pelantikan untuk Pengurus Persekutuan Rohani Kristen SMADA yang bernama Youth For Christ (YFC) pada hari rbu 23-05-2013 kemarin. Pelantikan untuk generasi 29. Generasi yang akan memajukan persekutuan kami untuk lebih berdampak dan memuliakan nama Tuhan :)

 Tanpa terasa setahun lebih, kami telah berjuang dan bergumul untuk memuliakan nama Tuhan melalui YFC. Sungguh proses yang sangat melelahkan, begitu berat, banyak hal yang di korbankan. Tapi, kepuasan karena bisa berbagi berkat, saling menguatkan, sama-sama bertumbuh di dalam Tuhan, dan menjadi lebih dekat dengan Dia telah menjadi bayaran yang sangat setimpal akan semua yang telah kami lakukan :D

 Dimulai dari pelantikan di mana kami belum saling mengenal, saat-saat dimana kami masih jaim, saat dimana kami masih ragu-ragu. Sampai sekarang, saat kami bisa seperti saudara, bisa total dalam menyembah Tuhan,  sudah tidak ragu-ragu lagi dalam mengikut Dia. 180 derajat berbeda dari yang dulu ! 

 Tuhan memang benar-benar telah mengikat kami melalui persekutuan ini. Begitu banyak pemulihan dan perubahan yang Tuhan lakukan kepada kami. FirmanNya telah menjadi surat cinta yang begitu indah untuk kami . Membawa kami dalam suatu standar hidup yang lebih lagi, standar hidup dari anak-anak Tuhan. Hidup yang memang sungguh-sungguh di persembahkan demi Dia. Tidak jarang, kami dianggap terlalu "fanatik" ataupun aneh oleh orang-orang di sekeliling kami. Tak apa, itu kan hak mereka :) . Tapi bagi kami, saat Tuhan telah begitu baik dan setia dalam menjaga, menolong, memberkati,menghibur, dan menyelamatkan kami. Maka kami akan bayar harga ! Kami tidak bisa membalas kebaikan Tuhan seperti balas budi yang orang lakukan. Yang kami bisa lakukan untuk membalas apa yang telah Tuhan berikan hanyalah hidup kami. Kami mempersembahkan kehidupan kami di dunia untuk memuliakan Dia. Tidak hanya melalui perkataan kami, tapi juga melalui tindakan kami, pergaulan kami dengan sesama, cara pandang dan cara penyelesaian kami terhadap suatu perkara. Kami ingin menjadikan apa yang Tuhan firmankan sebagai lifestlye. Itu yang kami cari dan usahakan selama ini. Sampai sekarang kami juga masih berusaha kok, tidak ada kata terlambat buat mengikut Tuhan ! :D

 Semoga pengalaman kami ini, bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk membuat kita sama-sama menghargai Tuhan dan kehidupan yang Dia anugrahkan. Selamat buat bro-bro dan sis-sis kami, YFC gen 29 yang sekarang. Cerita kalian akan lebih luar biasa dan kalian akan dipakai dengan luar biasa oleh Tuhan ! :D

  Sekian yang dapat kami bagikan. Tetap semangat dan membara dalam Tuhan. Tetap saling mendoakan dan jangan biarkan kuasa iblis mengambil alih hidup kita ! Jesus Bless Us More ! :D




 " Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.  Janganlah takut  kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau  untuk melepaskan  engkau, demikianlah firman TUHAN.   Lalu TUHAN mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku; TUHAN berfirman kepadaku: "Sesungguhnya, Aku menaruh perkataan-perkataan-Ku ke dalam mulutmu. Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa  dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut  dan merobohkan , untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam.  " (Yeremia 1 : 7 -10)

Jumat, 17 Mei 2013

Mencoba Menulis Lagu




Oh betapa indahnya
Hidup kita jalani
Tiada waktu terlewat
Tanpa batasnya.


Mari lihat keluar
Terkadang kita lupa
Kita tak sendiri menikmati indahnya
Hidup yang diberikan oleh Sang Pencipta.


Reff:
Bagaimana dengan mereka
yang menjerit karena lapar
Dan hidup dari belas kasihan
orang s'perti kita


Bagaimana dengan mereka
yang tak punya apa-apa
Apa yang telah kita buat
Karena kita diciptakan
untuk berbagi hidup dengan mereka

 
  Waktu pertama kali dengar lagu ini. Jujur, hati kecil saya langsung tersentuh. Saya pun membiarkan diri saya untuk larut dalam perenungan. Mengenai kehidupan yang sedang kita tapaki ini. Apakah saya terlalu egois selama 16 tahun belakangan ? Apakah saya masih bersungut-sungut dalam melakoni peran saya di dunia ini?. Haaah...

  Sebuah tamparan manis, yang membekas di relung jiwa. Sebuah angin segar yang bertiup di musim kekeringan. Sebuah cahaya di jalan yang kian larut. Saya begitu menghayati setiap alunan lirik dan nada dalam lagu ini. Sangat inspiratif !. Mengajari saya untuk lebih bersyukur dan menghargai segala hal yang TUHAN masih berikan dan izinkan, untuk bisa saya nikmati.

  Saya hanya ingin membagi apa yang telah TUHAN izinkan bagi saya untuk pelajari melalui sebuah lagu. Bagi saya, baik secara pribadi dan emosi itu sangat berdampak. Membuat saya melihat sisi-sisi yang sebenarnya penuh ironi, tapi kita bisa ubah dengan berperan andil untuk merubah ironi tersebut, menjadi harmoni. Sebuah lagu kehidupan, yang bait-baitnya mengandung banyak kisah-kisah inspiratif dan indah yang bisa dikenang.

  Tahun-tahun yang lalu, akan saya biarkan berlalu. Segala nyanyian sumbang dan fals, yang telah saya nyanyikan akan saya akhiri. Sudah saatnya, saya berhak atas lagu kehidupan yang benar-benar indah. Nafas yang telah Dia berikan sampai pada detik ini, adalah bukti bahwa Dia benar-benar mendukung setiap mereka yang ingin berubah ! :)

Enjoy the song !






*P.s : Jujur saja, saya merasa begitu puitis dalam tulisan saya kali ini. Entah kenapa hahaha :D . Tapi, itulah apa yang ada pada saya, dan tidak perlu malu untuk membagikannya dengan dunia :). Thank's for read before, God bless u more !

Minggu, 28 April 2013

Hakikatnya, Aku.



Anakmu bukan milikmu.
Mereka putra putri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri,
Lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau,
Mereka ada padamu, tapi bukan hakmu.
Berikan mereka kasih sayangmu, tapi jangan sodorkan bentuk pikiranmu,
Sebab mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah untuk raganya,
Tapi tidak untuk jiwanya,
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi meski dalam mimpi

Kau boleh berusaha menyerupai mereka,
Namun jangan membuat mereka menyerupaimu
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
Pun tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur, dan anak-anakmulah, 
Anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia merentangmu dengan kekuasaan-Nya,
Hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
Sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat
Sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.

-Khalil Gibran-
"Anakmu Bukan Milikmu"

Sabtu, 06 April 2013

Jadikan Aku Indah





Kudatang ya Bapa 
Dalam kerinduan 
Memandang keindahan-Mu 
Kuberikan s'galanya 
Semuanya yang ada 
Ku ingin menyenangkan hati-Mu oh Tuhan 

Jadikan aku indah 
Yang Kau pandang mulia 
Seturut karya-Mu didalam hidupku 
Ajarku berharap hanya kepada-Mu 
Taat dan setia kepada-Mu, Tuhan

(A Beautiful Song by GMB - Jadikan Aku Indah)



Selasa, 01 Januari 2013

Mimpi !?









Tidak tahukah kau, aku selalu mencari hadirmu. Kabar darimu selalu menjadi penopang hari-hariku. Senyumanmu lah yang menjadi sambungan nafas di setiap langkahku. Jantungku berdegup sangat kencang saat kau lewat di depanku. Aku selalu mengamatimu di twitter, facebook. Google adalah penolong saat ku ingin tahu tentang mu. Aku membaca blogmu, berharap ada kesanmu saat kita berbicara ato bahkan sekedar bertegur sapa. Tapi, aku tidak mendapati apa-apa. Kerap kali, hatiku terbakar saat melihat kau dekat dengan orang lain. Kau terlihat sangat nyaman. Andai aku orang itu. Mungkinkah kau bisa melihatku? aku disini dengan sejuta cinta untukmu :)


 Tulisan di atas, adalah curahan hati "pujangga-pujangga" dunia maya yang bisa ku rangkum, melalui sudut pandang ku. Sudah, lebay maksimal loh ngerangkumnya  : D hahaha
  Itulah cinta yang diagungkan banyak orang di mana-mana (berdasarkan survey dan stalking di twitter, facebook dll). Cinta yang harus memiliki, harus hadir setiap hari, harus ada bukti, harus selalu bersama dan lain-lain lah. 


  Salah gak sih ? Bukannya wajar kan kalo pengen gitu? Yeee, ketahuan nih gak pernah jatuh cinta :P

 Hahahaha, bukannya gitu. Lagipula kata siapa aku gak pernah jatuh cinta? Pernah kok, bahkan mungkin pernah lebih parah dari kamu hahaha

Nah, berarti kita sama aja kan ? :D

 Yaa, pada saat itu kita sama. Tapi tidak sekarang. Walau sekarang aku juga merasakan hal yang sama, tapi aku berusaha mencintai dengan cara yang berbeda :)

Emang cinta itu kopi bisa beda-beda? cinta yaa cinta aja kali 


 Hahaha, berarti kamu yang gak update. Cinta itu banyak macamnya. Kamu tidak mungkin menyamakan cinta-mu kepada si dia, dengan cinta-mu kepada orang tua mu. Itu jelas berbeda. Masa kamu menyamakan cintamu kepada dia, dengan cintamu kepada Tuhan?

Hmm, benar juga sih. Terus cintamu macam apa ?

 Aku berharap cintaku seperti Kasih. Keduanya itu memang sama. Tapi,bagi dunia cinta dan kasih itu berbeda. Jadi, aku ingin cintaku lebih seperti kasih :)

Jadi apa bedanya ? 


 Hmmm, kalau cinta harus memiliki, kasih tidak. Kalau cinta harus selalu bersama, kasih tidak. Kalau cinta harus saling memberi bukti, kasih tidak. Kalau cinta banyak menuntut, kasih tidak. Kalau cinta harus selalu dibenarkan, kasih tidak. Hmm, kira-kira seperti itulah :)

Apa-apaan itu? bukannya itu sama saja mengorbankan perasaan kamu saja ? Capek-capek, gak dapat apa-apa, kasian  -___-


 Oh iya, kasih itu pengorbanan. Terima kasih sudah mengingatkan. Memang sih,kalau kamu lihat mungkin memang akan seperti itu. Capek-capek berkorban, tapi tidak dapat apa-apa. Tapi, itulah kasih.
Kasih itu sabarkasih itu murah hati, Kasih tidak cemburu. Kasih tidak memegahkan diri dan tidak sombong.    Kasih tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Kasih tidak pemarah  dan tidak menyimpan kesalahan   orang lain. Kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung  segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan :)

 Wow, so sweet banget ! Memang ada orang yang mau sampai segitunya ?


 Ada dong. Yesus Kristus namanya. Seorang anak manusia, yang mau berkorban demi kita, anak-anakNya. Dia melakukan itu karena kasihNya yang begitu besar terhadap kita. Dia di hina, di caci-maki, di tinggikan kemudian dihempaskan dengan kuat, Dia mati di tengah lingkungan orang yang menghinanya. Tapi, Dia masih saja mengasihi mereka. Padahal, Dia punya kuasa untuk membalas apa yang telah dilakukan mereka terhadapNya. Tapi, Dia tidak melakukan itu. Bagaimana, kuasa kasih itu hebat kan ?

WOW ! Eh,memangnya kamu bisa seperti itu ?

 Bisa dong !. Kamu juga bisa kok. Asal ada niat dan kemauan, serta dukungan doa. Pasti bisa ! . Tapi, semuanya butuh proses, dan tidak instan. Jatuh bangun itu biasa, proses supaya kita bisa layak menjadi seperti Dia. Jadi, kita harus sabar ya :)

Keren banget :') . Ternyata, aku selama ini salah. Thank's sudah ngingatkan :'D


 Kesalahan adalah salah satu kunci penting kedewasaan. Kita gak mungkin bisa menjadi pribadi dewasa tanpa pernah berbuat salah :)

Sip deh, keren banget ilmunya :D. Aku sekarang akan mulai belajar mengasihi. Mohon doanya ya :D

Pasti !, aku yakin kamu bisa kok. Dan pasti akan bisa :D

Amin !. Eh, dari tadi kita ngomong panjang lebar, tapi kita belum kenalan sama sekali. Nama ku Victor, Victor Axelius Kristianto Siren, umur 14 tahun. Kamu?


Aku, kamu. Di umur 16 tahun :) . Kamu tahu, Tuhan punya rencana untukmu !

!!!!!!!!!!


Bye~

Sabtu, 29 Desember 2012

LOVE !

What is love ?


  Pas banget rasanya. Ini adalah malam minggu terakhir di tahun 2012. Bagi kebanyakan orang, mungkin mereka akan menghabiskan waktunya dengan orang-orang yang mereka sayangi. Tapi, bagi ku, aku lebih tertarik mempelajari hal-hal yang mengganggu ku terakhir ini.

  Dalam masa-masa menuju kedewasaan ini, banyak sekali hal yang mengejutkan dan membuatku bingung. Dan, salah satunya ya ini. "Cinta", mereka menyebutnya begitu. Tuhan itu adil, Ia selalu membuat kita merasakan setiap fase kehidupan. Sepertinya, fase ku sekarang sedang dalam pengenalan akan "Cinta" ini.

  Nah,dalam pencarian iseng-iseng ku tentang makna "Cinta". Aku menemukan artikel disebuah blog, yang berjudul "Dan Cinta sejati itu adalah " . Wow, artikel nya sangat menarik. Membahas cinta dari sisi seorang Anak Tuhan.

  Aku belajar bahwa Tuhan adalah pribadi pertama yang mencintai kita. Dia mencintai kita, di saat kita sama sekali belum mengenal Dia. Di saat di mana kita tidak mungkin bisa membalas cintanya (seperti  peribahasa : tak kenal, maka tak sayang ). Tapi, kenapa Dia bisa mencintai kita dengan begitu besar ? Apakah "Cinta" yang Tuhan tunjukkan itu, bisa ku rasakan juga ?  Apa bisa aku mencintai seperti Dia ?

  Alkitab telah mengajarkan banyak tentang Cinta. Dalam Korintus 13: 4-8 juga ada tertulis ;

 Kasih itu sabar ;   kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.   5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.   Ia tidak pemarah  dan tidak menyimpan kesalahan   orang lain.  6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan,   tetapi karena kebenaran.  7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung  segala sesuatu.  8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat   akan berakhir; bahasa roh  akan berhenti  ; pengetahuan akan lenyap.

 Versi inggris ;

Love is patient, love is kind. It does not envy, it does not boast, it is not proud. 5 It does not dishonor others, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs. Love does not delight in evil but rejoices with the truth. It always protects, always trusts, always hopes, always perseveres. Love never fails. But where there are prophecies, they will cease; where there are tongues, they will be stilled; where there is knowledge, it will pass away.


LOVE = CINTA = KASIH 
Love each other as I have loved you 
Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
(Yoh 15 :12)


 "Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. " (Matius 22 : 37-40)


  Wow !, sangat jelas kan ? Tuhan telah mengajarkan bagaimana kita bisa mencintai seperti. Dia mencintai kita tanpa memandang semua keburukan kita, dan itulah cara kita bisa mencintai seperti Dia. Cintai sesama kita tanpa memandang buruknya mereka. Hei, semua manusia memang tidak sempurna !, diriku pun tidak. Banyak keburukan-ku yang membuatku tidak layak untuk itu. Tapi, apakah itu membuat Tuhan berpaling? Tidak ! Dia tetap mencintai ku, bahkan lebih besar dari aku mencintai-Nya. 


  Memang, tidak ada yang mudah seperti kedengarannya. Tapi, daripada sibuk memikirkannya, mengapa tidak langsung melakukannya ? . Just do it, and You will addicted !! Show Your Love !!



Start Loving :)