" Silent Leecher "
yup, kata-kata itu yang sering gwe temui di forum-forum. Silent Leecher, seseorang yang hanya bisa menyimak tanpa bisa memberikan komentar, atau masukan.Seseorang yang hanya mengambil tanpa mau repot-repot untuk sekedar bilang "makasih gan","numpang sedot gan", dll (itu bukannya junk yaa ?? (¯―¯٥))
Yaa, whatever lah. tapi, "Silent leecher" itu kata yang cocok untuk menggambarkan kejadian tadi. Kejadian yang terjadi sehabis les malam ini.
Semuanya bermula siang tadi, di mana gwe yang lagi asik-asiknya bengong, dipanggil oleh si (sebut saja Dino). " ***, sini, i need your help" , "hoh" gwe bengong dan gwe datangin dia, "napa, di ? " ,tanya gwe.
Andi berkata
" ***, tadi aku ada di sms ama ****, ternyata ********************************,**************. bisa lah?? " . Tanpa mikir panjang lagi gwe jawab "siip, kontak gwe pas pulang sekolah". Lumayan, di hari gwe gak bawa duit, ada aja rezekinya. heeee ☺
Next, pulangnya pun, akhirnya kami berkumpul di dekat DPR. Setelah berhening-hening ria selama beberapa menit, rupanya Si Dino mulai gelisah. Gwe pun bertanya " Di, jam berapa mulainya ? " , dengan wajah lunglai, jawabnya " Ya itu, belum ada kabar nah, hedeeh ".Suasana pun kembali suram.
Akhirnya, kabar surgawi pun datang. Dengan lunglai kami pun berjalan ke kantin, di sana sudah siap "Agen-Agen" dan tentu saja "Paketnya"
Singkat cerita, acaranya sukses ternyata, aku dan (sebut saja Rendi) pun kecipratan berkat juga, yeeee !
°\(^▼^)/°
Namun, yang tidak diduga pun terjadi, kami diundang !!. Gilee!!
Awalnya, gwe udah pesimis. Sepertinya gak mungkin deh, pikir gwe. Tapi, semuanya berubah. Ketika negara api menyerang (!!?? loh?? (―˛―“) ).
Awalnya, rencana nya sih kami cuma mau makan di depan sehabis les. Kemudian, si Andi pun mendapat ilham " Eh, acaranya tuh kira-kira belum selesai lah? ". Jeng, Jeng !! gwe dan Rendi pun pasrah, dan bersiap mendapat berkat lagi, woooo!! \(´▽`)/
Setelah berkelana ngalor ngidul, akhirnya kami sampai juga di Match Point, eaa.
Setelah persiapan mental, akhirnya kami pun masuk. Setelah basa basi,yang sudah basi. Pemilik rumah pun akhirnya menyadari, bahwa kami ini kelaparan!! heehe (~‾ ▽‾)~
Dengan malu-malu, tapi mau. Kami bertiga pun, mengambil makanan yang memang sewajibnya di sediakan. Si Rendi agak cemas, soalnya dia sudah makan sebelum ke sini. Takut, sixpack nya ilang jar, cehilee ( ‾_‾ ) Setelah mengambil makan, dan menyiapkan mental (lagi) untuk balik ke tempat duduk. Kami pun kembali, dan makan dengan tenang. Terlalu tenang malah......
Kami bagaikan obat nyamuk di ruangan itu. diam, tenang, dan suram. Yaa, kami hanya menjadi Silent Leecher, seorang pendengar yang baik. Setelah sekian menit berlalu, kami menyadari kalau rumah itu mulai kosong. Tamu-tamunya sudah pulang semua ternyata, waduhh...
Di situlah, Dino beraksi. Dia sudah memperkirakan bahwa kami pasti akan di tawarin makan lagi. Dan, sayangnya itu betul. Dengan basa basi yang sudah basi, kami dengan malu-malu tapi pasti, mulai menggerogoti hidangan yang di sediakan. Kembali, Si Rendi pun memasang tampang melarat, dengan ini dia sudah makan malam 3 kali!!. Santai bro, ini gak akan buat loe di jauhin cewek juga kali, makan aja mumpung ada, hahahaa ~(‘▽’~) (~’▽’)~
Finally, setelah selesai cuap-cuap. Kami pun pamit pulang. Si pemilik rumah yang juga bingung mau ngomong apa selama kami di sana, akhirnya pun mempersilahkan kami pulang.
Sungguh, malam yang menyenangkan. Perut kenyang, gratis lagi. hahaha ( ^_^)
Kami pun pulang dengan perasaan tenang. Fin
FootNote:
Fuh, akhirnya selese juga gwe nulis -__-
setelah gwe baca lagi, lagi, dan lagi. Gwe pun menarik kesimpulan...
Kalo yang gwe tulis ini, memang..
GAK JELAS!!!!! (¬_ ¬)
hahaha, tapi, memang sih. Semua yang gwe tulis di atas, tidak lain dan tidak bukan hanya untuk sekedar mengisi blog ini aja :) . Kalo, gwe tulis yang sebenarnya, bisa-bisa gwe, besok pulang sekolah pake spanduk, ato gak pake karung -__- ohh, mudahan enggak :)
Okee, tunggu tulisan ngaco saya selanjutnya. Bye, see u (~’▽’)~









0 comments:
Posting Komentar