What do you think ? Yes, that's bullying.
Bullying. Dalam bahasa Indonesia, itu berarti intimidasi / penindasan. Dalam hal apa? Banyak hal. Baik fisik maupun psikologis. Apa penyebabnya? Sepele, rasa tidak suka! . Perasaan iri, cemburu, egoisme, dan tidak mau kalah. Siapa korbannya? Luas, bullying rata-rata ditemukan di sekitar kita. Korbannya bisa berarti teman - teman pergaulan kita, junior-junior kita, atau bahkan diri kita sendiri.
Dalam lingkungan pergaulan, bullying paling sering terjadi. Seseorang yang pasif, biasanya cenderung menjadi korban bullying. Mereka selalu menganggapnya candaan, tapi tidak sadar. Itu menorehkan luka. Bullying tidak selalu tentang fisik, banyak bentuk dari bullying. Sikap tubuh yang tidak bersahabat, Kata-kata sindiran, intonasi saat berbicara, tatapan mata dll. Tujuannya sama ; mengintimidasi !
Saya sendiri tidak munafik. Saya juga merasa iri, cemburu saat melihat ada sesuatu yang lebih baik dari saya. Terdorong perasaan ingin mengintimidasi. Tanpa sadar, kata-kata sindiran terucap, dan saya hanya menganggap itu candaan. Padahal, itu telah menorehkan luka. Look? , I'm do it too.
" Mistreated, misplaced, misunderstood
Miss " no way, it's all good ", It didn't slow me down
Mistaken, Always second guessing
Under estimated; Look, I'm still around "
Sebait lirik dari lagu PINK - Perfect, yang membuat saya tergerak membuat artikel ini. Sebuah pemikiran yang mungkin berguna jika dibagikan. Rasa bersalah pun mulai menjangkit, entah berapa kali saya melakukan bullying tanpa sadar, menjadi budaya sepertinya. Aduh, menyesal juga rasanya, seperti inikah rasanya mengkritik diri sendiri ?. Tertusuk-tusuk gimana gitu (baca: nyesek).
Ya, sudahlah. Jadikan yang lalu, sebagai perbekalan untuk masa depan. Sisi positifnya, saya akan semakin berkembang dalam pergaulan saya. Level Up ! bahasa kerennya, hahaha.
Demi apapun alasannya, jangan jadikan bullying sebagai budaya. Mendidik bukan dengan bullying. Bukan dengan bentakan, cacian, makian. Jangan jadikan senioritas sebagai alasan. Setiap orang punya perasaan. Hargai, maka kau akan dihormati. Bullying bukan cara untuk di hormati.
Mengatakan semuanya memang mudah. Tetapi, melakukannya? . Saya pun menyadari, ini daging bukan plastik. Selama dalam tubuh duniawi, semua hal itu tidak akan mudah. Tetapi. kau punya Iman, pakailah itu sebagai panduan. Tuhan selalu melihat. God bless You !
Ya, sudahlah. Jadikan yang lalu, sebagai perbekalan untuk masa depan. Sisi positifnya, saya akan semakin berkembang dalam pergaulan saya. Level Up ! bahasa kerennya, hahaha.
Demi apapun alasannya, jangan jadikan bullying sebagai budaya. Mendidik bukan dengan bullying. Bukan dengan bentakan, cacian, makian. Jangan jadikan senioritas sebagai alasan. Setiap orang punya perasaan. Hargai, maka kau akan dihormati. Bullying bukan cara untuk di hormati.
Mengatakan semuanya memang mudah. Tetapi, melakukannya? . Saya pun menyadari, ini daging bukan plastik. Selama dalam tubuh duniawi, semua hal itu tidak akan mudah. Tetapi. kau punya Iman, pakailah itu sebagai panduan. Tuhan selalu melihat. God bless You !
" Mengalahlah, hingga kau tak pantas dikalahkan dan Merendahlah, hingga kau tak pantas direndahkan "
If you ever, ever feel
Like your nothing
You are perfect to me
Don't you ever, ever feelLike you less than perfectCause, you're really perfect to me








0 comments:
Posting Komentar